Tips Sukses Usaha Laundry / Binatu

Jul 27, 2014 by

Laundry / Binatu adalah Peluang Usaha yang Sangat Menguntungkan

 

 

Glory Laundry Salah satu peluang usaha kehidupan urban seperti sekarang ini adalah usaha laundry, karena setiap orang dan keluarga semakin sibuk dan lelah dengan pekerjaan dan kesibukan sehari hari lainnya dari suami istri dan anak anak sehingga dalam hal mencuci pakainpun mereka tidak sempat dan mencari yang mudah dan cepat maka memilih laundry. Apalagi suatu daerah atau tempat tinggal yang dekat dan banyak kos kosan atau banyak anak yang ngekos maka terbuka lebar peluang bisnis laundry tersebut. Bisnis laundry adalah masuk dalam kategori bisnis yang berkelanjutan dan selalu dibutuhkan banyak orang. Praktisnya demikian: “Selama manusia masih mengenakan pakaian, maka selama itu manusia akan selalu membutuhkan laundry.” Jikalau manusia masih mengenakan pakaian hingga hari kiamat, maka layanan jasa laundry akan terus dibutuhkan oleh banyak orang hingga hari kiamat. Kecuali jika tren manusia ke depan adalah tidak mengenakan pakaian sehelai pun, maka laundry akan berkurang lakunya. Belum lagi adanya jumlah pertambahan penduduk yang terus meningkat secara signifikan. Hal ini makin memperbesar ceruk peluang usaha laundry. Tren manusia saat ini adalah: tren manusia sibuk, manusia pekerja, manusia seperti mesin, manusia praktis, tak mau ribet, dan tak tahu menahu soal urusan cuci mencuci pakaian.Berikutnya, bisnis laundry adalah masuk dalam kategori “Fast Moving” atau bisnis yang perputarannya cepat. Repeat ordernya akan sering. Kalau kita berbisnis meubel, maka kemungkinan pelanggan akan membeli meubel kembali adalah saat meubelnya sudah rusak, atau saat ia telah bosan dengan meubelnya—yakni sekitar 5 atau 10 tahun dari ia membeli meubel tersebut di tempat kita. Berbeda dengan bisnis laundry, pelanggan akan pasti repeat order kembali saat pakaiannya sudah kotor. Pakaian sekali dua kali dipakai pasti akan kotor, dan akan melakukan order laundry kembali.

DELAPAN  JURUS  SUKSES  BISNIS  LAUNDRY

Bisnis laundry adalah bisnis jasa yang super kompleks. Berikut ini ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan supaya manajemen bagus dan usaha dapat berkembang dengan wajar:

1. Konsep Usaha
Yang dimaksud konsep usaha di sini adalah apakah bisnis laundry saudara hanya sekedar melayani orang cuci baju atau ingin membangun sebuah bisnis jasa laundry yang besar dan menguasai
pangsa pasar yang luas? Jika hanya sekadar melayani orang cuci baju, dapat tampil apa adanya, peralatan seadanya, tenaga seadanya, hasil kerja pun seadanya. Namun jika ingin membangun sebuah bisnis laundry yang besar dan menguasai pangsa pasar yang luas, harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarananya sejak awal, meskipun hal ini bisa saja akan ditertawakan orang pada awalnya. Konsep usaha ini sering saya sebut sebagai visi. Tip nya analisa pangsa pasar yang akan kita ambil, analisa kompetitor dari harga dan kualitas serta cara melayani konsumen, mencari rekanan dengan modal sekecil kecilnya guna melebarkan pasar, membuat brand yang mudah diingat orang, menerapkan sistem ATM ( amati tiru memperbaharui lebih baik )

2. Peralatan/Perlengkapan Kerja
Yang dimaksud peralatan atau perlengkapan kerja ini mulai dari mesin cuci, alat pengering, setrika listrik, meja setrika, alat pengemas, sampai dengan rak tempat menampung hasil cucian yang siap diserahterimakan ke konsumen. Dalam bisnis jasa laundry, peralatan/perlengkapan kerja ini berperan penting dalam menghasilkan kualitas hasil kerja yang baik. Di pasaran banyak tersedia peralatan dan perlengkapan kerja seperti ini. Pilihlah yang kualitasnya diatas ratarata namun harganya tetap terjangkau.
Hanya akan dapat memilih peralatan/perlengkapan secara tepat setelah melakukan survei langsung dan melakukan uji coba. Jadi semua peralatan/perlengkapan tersebut baru akan dipakai jika sudah lolos uji coba. Inilah peran QC (Quality Control) yang saudara jalankan langsung demi mendapatkan kualitas hasil kerja yang bagus. Banyak pelaku usaha laundry rumahan menyepelekan hal ini yang mengakibatkan berbagai pemborosan. Untuk pemain laundry baru kita mulai dengan mesin cuci top up 2 tabung biasanya kapasitas mesin 8 kg dan mesin 14 kg sehingga kita dapat melayani lebih efisien, menyiapkan tempat untuk menjemur pakaian 24 jam, menyiapkan tempat setrika yang efisiensi sehingga dalam produksi bisa secara efisien.

3. Bahan Baku
Bisnis laundry membutuhkan bahan baku, mulai dari deterjen pencuci yang ber merk ( Standart Nasional Indonesia ) karena mempengaruhi hasil dan efisiensi biaya produksi, cairan pewangi bermerk dan telah kita uji kualitas produk yang kita pakai dan cara penggunaan pewangi yang efisien, cairan pelembut kain bermerk / SNI, sampai dengan cairan pelicin pakaian. Semua cairan ini adalah bahan kimia. Ada 3 syarat yang harus dipenuhi bahan kimia ini, yakni aman bagi kain/pakaian yang dicuci, aman bagi kulit/kesehatan karyawan dan aman bagi lingkungan (berkaitan dengan limbah). Saudara harus selektif memilihnya. Banyak pelaku usaha laundry yang menggunakan bahan baku laundry dari negeri antah berantah, asal murah, tanpa merek atau nama produsen dan tentu saja tidak diketahui apakah kandungan kimianya aman atau tidak. Tentu saja
penggunaan bahan baku seperti ini dapat berakibat buruk bagi kain/pakaian yang dicuci, bagi kesehatan karyawan dan bagi lingkungan. Untuk mendapatkan bahan baku yang aman dan berkualitas, seyogyanya saudara bermitra dengan pabrikan obat kimia atau laboratoriumlaboratorium kimia milik sekolah atau universitas. Dengan cara ini, selain membangun bisnis laundry-nya, juga dapat membangun bisnis bahan baku pendukungnya yang dapat diberi merek atas nama sendiri. Tentu lebih menguntungkan untuk kedepannya. triknya meyanani permintaan konsumen dalam penggunaan detergent dan pewangi.

4. Tenaga Terampil
Karyawan untuk bisnis laundry bukanlah orang yang hanya bisa mencuci dengan mesin cuci dan menyetrika baju saja. Tetapi harus memiliki ketrampilan lain yang lebih spesifik, yakni memahami
cara memperlakukan baju berdasarkan bahan atau kainnya ( biasanya ibu ibu rumah tangga sekitar tempat usaha ). Keteledoran karyawan yang paling sering adalah menghilangkan cucian, salah menyetrika yang menyebabkan baju mengkerut atau terbakar/tidak rapi, salah mencuci yang menyebabkan baju luntur warnanya, salah mengemas yang menyebabkan baju tertukar.
Kesalahan fatal untuk bisnis jasa seperti ini tidak akan terjadi jika memiliki tenaga terampil yang mengerti dan memahami deskripsi pekerjaannya dan bertanggung jawab terhadap hasil
kerjanya. Semuanya bisa diperoleh melalui training dasar dan re-training. Dalam konsep bisnis disebut sebagai training berkelanjutan.

5. Kemasan Saji
Banyak pelaku usaha laundry bertindak semena-mena terhadap konsumen dengan mengemas hasil cucian seadanya (menggunakan plastik bekas). Ini tindakan ceroboh paling parah yang menyebabkan usaha laundry itu tidak berkembang.
Padahal kunci suksesnya sangat mudah, kemaslah secara menarik maka konsumen pun akan berterimakasih dan datang kembali berturut-turut membawa cucian yang lebih banyak. Pengemasan harus dilakukan dengan rapi, menghindari kontaminasi dengan udara luar untuk mencegah debu menempel, dan berikanlah tas yang beridentitas bisnis kita sebagai langkah promosi murah meriah.

6. Kualitas Hasil Kerja
Banyak pelaku usaha laundry yang asal cuci. Akibatnya, baju yang dicuci di laundry tersebut makin lama bukannya makin cemerlang warnanya, tetapi makin buram dan terlihat kotor. Bahkan banyak baju yang berbau tidak sedap. Mengapa bisa demikian? Ini disebabkan proses kerja yang tidak benar,kualitas hasil kerja yang baik itu ditentukan dari bahan baku berkualitas dan proses fi nishing yang baik.
Kuncinya adalah baju kotor yang dicuci di laundry kita harus lebih bersih daripada sebelumnya. Prinsipnya, jika konsumen mendapati bajunya makin bersih dan wangi tiap habis dicuci ditempat laundry saudara, pasti konsumen itu akan kembali lagi dengan sukarela.

7. Fasilitas Layanan Dan Garansi
Jika konsumen sudah rela memberikan rezeki untuk kita, apa yang kita lakukan untuk konsumen? Satu-satunya yang fair adalah memberikan fasilitas layanan dan garansi atas kualitas hasil kerja kita. Fasilitas layanan yang paling umum adalah antar jemput gratis. Sedangkan garansi yang paling umum adalah mengganti cucian yang hilang atau rusak dengan nilai rupiah tertentu.
Apakah konsumen merasa diuntungkan dengan hal tersebut?
TIDAK! Konsumen laundry hanya akan diuntungkan jika baju-baju kotornya kembali dalam kondisi lebih bersih. Jadi, jangan sekali-sekali mengunggulkan fasilitas layanan dan garansi sebagai
senjata utama untuk merangkul hati konsumen. Fasilitas layanan dan garansi hanyalah sebatas pemanis saja dalam bisnis laundry kita.

8. Pengelolaan Pelanggan
Banyak pelaku usaha laundry tidak mampu eksis dalam jangka panjang karena tidak mampu mengelola pelanggan. Mengelola pelanggan di sini bukanlah dengan cara rutin menelepon
pelanggan dan meminta baju-baju kotornya untuk dicucikan. Pengelolaan pelanggan di sini diartikan dalam lingkup yang lebih luas sebagai ciri khas usaha jasa, yakni memberikan kualitas
hasil kerja yang terbaik untuk konsumen dan membuat konsumen merasakan ketergantungan dengan bisnis laundry kita. Jadi, di sini konsumen yang tergantung kepada kita, bukan kita yang tergantung kepada konsumen. Buatlah database dan kelolalah dengan baik.

Linen disortir dengan tiga katagori umum:

  • Tingkat Kotoran ( Jenis)Linen dengan tingkat kotoran yang tiggi harus dipisahkan karena memerlukan proses khusus yang panjang agar mendapatkan hasil yang optimal. Linen dengan kotoran ringan dan sedang hanya diproses dengan formula singkatSebagai contoh umumnya dihotel bed shhet dianggap kotoran ringan sementara pillow cases dan towel masuk katagori kotoran sedang.Tanpa penyortiran yang baik (berdasarkan kotoran) persiapan formula pencucian akan tidak beraturan, dengan kata lain cucian dengan tingkat kotoran ringan atau sedang akan tercuci memakai formula cucian kotoran berat. Hal ini akan sangat merugikan biaya laundry secara keseluruhan dan cepat merusak kain.
  • Jenis Kain ( Serat dan warna)Penyortiran berdasarkan jenis kain penting karena ada beberapa jenis kain yang sensitif, umumnya wool dan silk. Pencucian dengan detergen rendah dan suhu rendah akan membantu jenis kain ini awet. Dan tingkat air yang tinggi selama pencucian juga mampu menhindarkan kerusakan kain jenis ini.Tenunan: jenis kain tenun memerlukan tingkat air yang tinggi untuk menghindari kerusakan kain jenis ini. Non alkali dan detergent yang rendah juga suhu rendah juga direkomendasikan untuk jenis ini. Warna: Linen yang berwarna sebaiknya dipisahkan untuk menghindari kelunturan. Kecuali Linen untuk restauran karena menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda. Sementara linen dengan multicolor (bercorak) harus dicuci dengan detergen dan suhu rendah.
  • Proses (Sesuai alat yang digunakan)Untuk efisiensi penyortiran berdasarkan pengeringan perlu dilakukan, seperti contoh umumnya towel / handuk dikeringkan dengan drying tumbler sedangakan bed sheet dan pillow cases serta table linen (napkin & table cloth) dikerinkan dengan pressing / flatwork ironer. Berdasarkan itu semua pengelompokan harus dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal dengan tingkat efisien yang tinggi. Begitupun untuk uniform / seragam.

Tetapi pada dasarnya cara kerja mesin sama yang mengacu pada tahapan proses pencucian. Tahapan tahapan tersebut antara lain:

1.Flush (Pembasahan)

Satu atau lebih pembasahan diperlukan untuk menghilangkan kotoran yang larut pada air dan membantu penyerapan chemical secara cepat keserat benang pada saat proses penyabunan berlangsung. Pembasahan umumnya memakai level air tinngi dengan kisaran waktu 2-3 menit.Fungsi lain dari pembasahan adalah mendapatkan kenaikkan suhu sebelum proses penyabunan yang umumnya memakai suhu tinggi.

2.Washing (Penyabunan)

Tahap inil adalah tahap pencucian yang sebenarnya, tahap ini umumnya ada bahan kimia dengan suhu tinggi dan berkisar 8 – 15 menit.

3.Carryover Suds atau bisa disebut juga sebagai pembilasan awal

Step ini biasanya digunakan untuk menurunkan suhu dan kadar detergent (alkali) sebelum memasuki proses bleaching (penghilangan noda). Umumnya menggunakan level air tinggi dan 2-5 menit.

4.Bleaching

Proses ini untuk menghilangkan noda, umumnya menggunakan chemical bersifat chlorine dengan suhu antara 60 – 65 C dengan waktu 8 – 10 menit.

5.Rinse (Pembilasan) – dua atau tiga kali

Tahapan ini untuk mengurangi kadar chemical dan menurunkan suhu, 2-3 menit dengan level air yang tinggi.

6.Sour/Soft (Final Rinse)

Langkah ini adalah untuk perawatan linen dengan cara mendapatkan kadar pH yang sesuai dengan kulit manusia dan ditambahkan pelembut untuk penampilan dan rasa nyaman terhadap linen. Umumnya memkai air hangat atau dingin dengan level air menegah dan 3-5 menit.

7.Extract (Pemerasan)

Tahap ini untuk mengurangi kadar air dilinen sebelum keproses pengeringan. Umumnya membutuhkan waktu antara 2 – 12 menit tergantung jenis dan ketebalan kain. Ada beberapa langkah tambahan sekalipun jarang dipakai seperti:

  • Break (prewash)Pre wash (pencucian awal digunakan untuk cucian dengan tingkat kotoran lebih berat yang cenderung berminyak. Tahap ini biasanya menggunakan suhu hangat 50 – 55C dengan memakai alkali tinggi. Waktu yang biasa digunakan adalah 6 – 8 menit.
  • Intermediate ExtractDigunakan untuk mempercepat penurunan kadar chemical sehingga tidak membutuhkan pembilasan terlalu banyak. Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai suhu, jangan sampai ini membuat pengerutan dikain karena penurunan suhu terlalu cepat.

Starch/Sizing (Penganjian)Langkah ini adalah untuk menambahkan suatu kanji untuk membantu mengeraskan kain agar mudah dibentuk dan licin sehinggan memudahkan dalam penyetrikaan. Umumnya tahap ini memnggunakan level air yang lebih rendah, dengan suhun memengah.Kain yang biasa dikanji adalah napkin, table cloth dan uniform

Tahap-tahap untuk para Laundries melakuan satu demi satu cara yang baik dan benar

1. Penerimaan Pelayanan

Sebelum melakukan cuci-mencuci, pastinya Anda akan melakukan hal ini terlebih dahulu.

Bertemu dengan konsumen (pemilik pakaian) dan lakukan penerimaan layanan. Lakukan dengan teliti, hitung berat dengan akurat, pencatatan jumlah berat, jenis apakah yang dipilih, lama layanan, harga dan atas nama siapakah layanan tersebut.

Note :

Buatlah pada bon 3 lapis untuk:

Lapis pertama untuk konsumen, jika pembayaran lunas.

Lapis kedua untuk konsumen, jika pembayaran separuh harga atau saat selesai layanan.

Lapis ketiga untuk kasir, adalah arsip pemasukkan jasa yang telah dilakukan.

Disarankan untuk melakukan layanan per konsumen, untuk menghindarkan resiko pakaian tertukar antara konsumen satu dengan yang lain.

2. Proses cuci-mencuci

Dilangkah berikut ini, hati-hatilah sebelum Anda memulainya, pilihlah jenis pakaian sebelum memasukkannya. Pisahkan antara pakaian berwarna dan jenis bahan. Hal ini harus diperhatikan dengan teliti, agar terhindar dari resiko kerusakan dari pakaian tersebut.

Masukkan sabun cuci baju kedalam dispanser dan tak lupa softenernya dan biarkan bekerja sampai selesai.

Jika terdapat pakaian terbuat dari bahan khusus, baiknya dipisahkan dan cuci dengan cara manual. Karena setiap bahan memiliki daya penyusutan yang berbeda-beda.

3. Pengeringan

Cara ini adalah mengeringkan total sampai ke 100%, disini harus dicermati. Untuk pakaian yang bersifat poliuretan dan lycra (seperti : baju renang, tali kur, sweater parasut,dll) harus diperhatikan selalu, karena bahan tersebut mengandung serat plastik dan karet. Jadi pada saat pengeringan/ dryer cukp 15 sampai 20 menit.

Note :

Disarankan untuk sarung bantal yang memiliki pinggiran dari tali kur, jangan dimasukkan kedalam dryer. Karenakan akan terjadinya kerut penyusutan.

4. Pengrapian atau Penyetrikaan

Tahap ini adalah sebelum akhir. Setelah pakaian kering dari dryer bisa Anda laukan untuk penyetrikaan, agar pakaian tidak kusut dan terlihat rapi. Pastikan semua sisi rapi dan hati-hati untuk daerah bahan sensitif (seperti label dibagian bawah baju dan merek yang terdapat setiap pakaian), karena akan membuatnya meleh dan memberi efek gatal pada saat dikenakan. Setelah penyetrikaan telah rapi, diamkan selama kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan sisa panas dan berilah parfum khusus laundry yang berfungsi untuk memberikan kesegaran yang tahan lama.

5. Pengepakkan

Tahap ini adalah tahap terakhir, dimana pakaian yang sudah rapi dari penyetrikan yang didiamkan sekitar 10 menit agar sisa panasnya menghilang bisa dimasukkan kedalam plastik pengepakkan. Buatlah hasil pengepakkan yang rapi dan tidak memiliki celah, agar disaat dijinjing tidak kusut.

6. Sentuhan terakhir

Ini adalah langkah terakhir setelah semua pengerjaan dari awal telah selesai. Setelah pakaian dipak, ada baiknya letakkan di susunan kabinet atau rak yang memang khusus dibuat agar memudahkan pengambilan oleh pemiliknya nanti, jangan lupa berikan tanda dari setiap konsumen yang melakukan jasa laundry. Agar tidak terjadinya kesalah kepemilikkan dari pakaian tersebut.

Tahap-tahap ini adalah tahap standarisasi yang dikerjakan oleh jasa pelayanan Laundry Kiloan yang telah di coba sebelumnya.  Dan hasilnya pengerjaan pun tidaklah menjadi tertumpuk-tumpuk, hemat waktu pengerjaan dan bisa mengerjakan pembukuan usaha laundry.

Tips-1 : Agar Baju Tetap Cemerlang
Baju atau kemeja berwarna putih, lama kelamaan akan jadi kekuning-kuningan. Tentu saja hal ini sering membuat kita kesal. Untuk mengatasinya, cobalah tips berikut: Sediakan air secukupnya, masukkan deterjen kira-kira satu sendok, lalu aduk rata. Setelah itu tuangkan pembersih porselen cair kira-kira sepertiga gelas dan rendamlah baju atau kemeja beberapa menit, lalu bilaslah sampai bersih. Nah, lihatlah baju atau kemeja putih anda, kembali cemerlang. Selamat mencoba.

Tips-2 : Pakaian Agar Tidak Kusut
Saat melakukan perjalanan, apakah anda sering repot karena pakaian yang sudah ditata rapi dalam koper menjadi kusut ketika ingin dipakai? Nah, untuk mengatasi hal itu, cobalah tips ini. Caranya, setelah pakaian disetrika, selipkan 1-2 helai Koran di dalamnya, lalu lipat dan susun rapi dalam koper. Anda pasti terkejut melihat kemeja, blus, rok atau pantaloon anda tetap licin. Tak repot untuk setrika ulang, kan. Silahkan mencoba.

Tips-3 : Agar Pakaian Dalam Tetap Bersih
Bila anda sedang datang bulan atau mengalami keputihan, tak perlu cemas mengenai kebersihannya. Ikutilah tip berikut ini: cucilah celana dalam anda hingga noda haid bersih. Setelah itu ambilah sabn mandi, gosokkan di celana sampai berbusa. Selanjutnya, sediakan tempat untuk merendam celana kotor tersebut. Kemudian, panaskan air setengah mendidih kira-kira 1-1,5 liter dan siramkan ke celana itu satu hari satu malam, tanpa dikucek dan langsung dibilas. Niscaya pakaian anda akan tetap bersih dan harum, tanpa meninggalkan bau amis.

Tips-4 : Menghilangkan Luntur di Pakaian
Jika pakaian anda kelunturan warna pakaian yang lain, jangan khawatir. Rendamlah pakaian tersebut selama sekitar 30 menit dalam larutan asam cuka yang telah dicampur dengan deterjen. Dengan cara itu, niscaya pakaian anda yang kelunturan akan bersih kembali. Bisa juga kita menggunakan sabun mandi dioleskan pada yang kena tinta atupun kelunturan kemudian di kucek atau di sikat sesuakan bahan yang kita cuci.Selamat mencoba.

Tips-5 : Membersihkan Noda Tinta dengan Sabun Colek
Sabun colek bukan sekedar pembersih perabotan dapur dan pakaian, tapi bisa menghilangkan noda tinta di baju atau celana. Caranya, rendam pakaian yang terkena noda tinta selama 15 menit dengan air biasa. Setelah itu, ambil sabun colek dan oleskan pada pakaian yang terkena noda tinta, lalu dikucek sampai noda tinta hilang. Nah, pakaian anda akan bersih seperti semula tanpa menimbulkan bekas atau kerusakan. Mudah kan? Selamat mencoba.

Tips-6 : Menghilangkan Noda Minyak pada Pakaian
Noda minyak pada pakaian terkadang sulit dihilangkan. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, ikuti resep berikut ini: Taburkan bedak pada pakaian yang terkena noda, kucek-kucek seperti mengucek pakaian saat mencuci, setelah itu cuci seperti biasa menggunakan sabun. Niscaya noda minyak pada pakaian anda akan hilang. Selamat mencoba.

Mencuci Pakaian Bayi =

Dalam merawat bayi diperlukan perhatian ekstra dan juga tenaga ekstra. Untuk mencuci pakaiannya pun tak boleh sembarangan karena ia bisa menimbulkan alergi terhadap kulit yang disebabkan bahan kimia tertentu.  Untuk itu ada beberapa trik yang harus diperhatikan orang tua saat mencuci pakaian bayi, diantaranya :

Cuci Pakaian Bayi Baru sebelum Dipakai
Pakaian bayi baru harus terlebih dahulu dicuci sebelum dipakaikan ke bayi anda, agar pakaian lebih steril.

Pilih Deterjen yang Aman bagi Bayi
Waspadai jika bayi menunjukkan tanda alergi setelah memakai pakaian yang baru saja dicuci. Bisa jadi sebabnya adalah deterjen yang anda gunakan. Bila terjadi tanda alergi pada kulit, hentikan pemakaian deterjen dan segera konsultasikan ke dokter.
Hindari Pemutih
Hindari penggunaan pemutih atau deterjen yang mengandung pemutih untuk mencuci pakaian bayi. Bahan kimia dalam pemutih pakaian bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi atau  lebih parah bisa menyebabkan  penyakit kulit.
Hindari Penggunaan Softener
Jika keadaan mengharuskan pemakaian softener pastikan kandungan softener tersebut aman bagi bayi anda. Pasalnya softener juga bisa menyebabkan iritasi dan alergi pada kulit bayi anda.
Penggunaan Pengering
Gunakan temperatur paling rendah saat mengeringkan pakaian bayi dalam mesin pengering untuk menghindari baju menyusut, sekaligus membuat pakaian bayi terlihat lebih sega

Tips 1

Untuk bahan seperti kaos yang bisa melar sebaiknya pada saat dijemur jangan digantung dengan hanger agar  kerah atau bagian leher tidak melar.

Tips 2

Pakaian yang ada sablon / sablonan seperti kaos / t-shirt sebaiknya dijemur setelah baju dibalik. Jadi yang terkena matahari secara langsung adalah baju bagian dalam agar warna baju tidak cepat pudar, kusam dan mbladus.

Tips 3

Selain dengan cara menjemur pakaian pada sisi sebaliknya, bisa juga menjemur pakaian dengan posisi miring terhadap cahaya matahari agar tidak terlalu panas.

Tips 4

Dalam menjemur pakaian sebaiknya gunakan penjepit baju agar baju kita tidak beterbangan tertiup angin kencang yang dapat membuat baju kembali kotor jika jatuh ke tanah atau lantai yang kotor.

 

Mencuci Boneka

Berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum memilih cara yang tepat dalam mencuci boneka kesayangan.

  • Perhatikan label yang terdapat pada boneka (jika ada) untuk menentukan apakah boneka tersebut dapat dicuci menggunakan mesin cuci. Jika boneka dapat dicuci dalam mesin cuci, perhatikan juga bahwa boneka tidak dalam kondisi sobek. Jika ingin mencuci boneka bersamaan dengan pakaian, pastikan tidak ada pakaian yang luntur agar tidak merusak warna boneka.
  • Untuk jenis boneka yang bahannya mudah menyusut ketika dicuci, sebaiknya tidak dikeringkan menggunakan mesin pengering. Sebaliknya untuk boneka yang bahannya tidak mudah menyusut, anda dapat mengeringkannya dalam mesin pengering.
  • Jemur boneka di tempat yang tidak langsung terkena matahari (cukup diangin-anginkan) untuk menjaga warna alami boneka.

Setelah memperhatikan hal-hal tersebut di atas, berikut ini beberapa cara yang dapat anda pilih untuk mencuci atau membersihkan boneka kesayangan anda.

 

  • Membersihkan Boneka Menggunakan Kain Basah

JIka boneka anda hanya berdebu dan boneka tersebut terbuat dari bahan yang bulunya mudah rontok, maka anda cukup menyekanya dengan kain basah yang telah dibasahi dengan air hangat. Setelah semua bagian boneka diseka, lakukan steaming dengan handstemer. Setelah benar-benar kering, semprot boneka dengan parfum pakaian (yang biasa laundry gunakan) secukupnya.

  • Mencuci Boneka Menggunakan Air

Untuk boneka yang sangat kotor, anda dapat mencucinya menggunakan mesin cuci atau manual (dikucek dengan tangan). Jika anda mencuci boneka dengan air, siapkan sebuah kantong (sarung bantal putih polos). Berikut ini cara mencuci boneka menggunakan air beserta sarung bantal:

  1. Masukkan boneka ke dalam sarung bantal putih lalu ikat dengan rapat. Proses pencucian boneka dengan memasukkannya ke dalam kantong bertujuan agar bulu boneka tidak mudah rontok jika di kucek dengan tangan atau dimasukkan dalam mesin cuci.
  2. Kemudian masukkan kantong berisi boneka ke dalam mesin cuci. Atur kecepatan mesin cuci ke yang paling rendah (slow) dan masukkan deterjen secukupnya.
  3. Setelah proses pencucian, bilas dengan air bersih dan tidak perlu menggunaka softener (pelembut) pakaian. Karena pelembut pakaian jika digunakan pada boneka dapat membuat warna boneka mudah luntur.
  4. Setelah dibilas, peras boneka dengan cara menekannya dengan tangan atau diinjak-injak jika boneka berukuran besar. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air yang diserap boneka.
  5. Keringkan boneka dengan mengangin-anginkannya atau dijemur di tempat yang teduh. Namun jika anda ingin mengeringkannya dengan mesin pengering, gunakan low heat mode (tidak terlalu panas).
  6. Setelah kering, jika boneka anda berbulu lebat dan panjang, anda dapat menyisirnya dengan sisir yang tidak rapat dan berujung tumpul. Sisir secara perlahan agar bulu boneka tidak rusak atau rontok.
  7. Terakhir, pastikan boneka benar-benar kering untuk menghindari bau lembab atau jamur. Semprotkan parfum (yang biasa digunakan laundry) untuk membuat boneka tetap segar dan wangi. Parfum laundry cocok digunakan pada boneka karena tidak membuat warna luntur dan tidak meninggalkan noda pada boneka.
  • Menbersihkan Boneka Menggunakan Steamer (Dry Clean)

Mencuci dengan steamer memang lebih aman dan prosesnya lebih cepat dibandingkan dengan mencuci dengan air. Namun cara ini hanya cocok dengan boneka yang tidak terlalu kotor. Karena membersihkan boneka menggunakan dry clean hanya akan membersihkan boneka bagian luar saja. Cara membersihkan boneka dengan cara steamer yaitu:

  1. Semprotkan dry clean (PCE) ke seluruh bagian boneka, diamkan selama 3 menit lalu steamer seluruh bagian boneka. Steamer berfungsi untuk menghisap debu dan mematikan kuman-kuman yang ada pada boneka.
  2. Terakhir berikan semprotan parfum agar boneka menjadi fresh dan harum.
  • Membersihkan Boneka Menggunakan Baking Soda

Mencuci boneka menggunakan baking soda sangat tepat dipilih untuk membersihkan boneka yang bulunya mudah rontok atau pada boneka yang sudah tua. Cara membersihkan boneka dengan baking soda yaitu:

  1. Siapkan kantung kertas atau plastik dan baking soda (biasa dijual di toko kue).
  2. Masukkan boneka ke dalam kantung, kemudian masukkan baking soda secukupnya.
  3. Tutup rapat kantung boneka dan kocok-kocok agar baking soda merata ke seluruh bagian boneka. Diamkan selama 15 menit.
  4. Bersihkan baking soda dari boneka dengan cara menepuk-nepuknya. Lalu ambil kain basah dan seka seluruh bagian boneka agar baking soda benar-benar hilang.
  5. Setelah bersih, anda dapat memberikan uap steamer untuk membersihkan bagian dalam boneka. Namun pastikan dahulu bahwa baking soda benar-benar hilang. Karena jika masih ada, baking soda yang terkena steam dapat menggumpal dan berbusa sehingga dapat meninggalkan bercak-bercak putih pada boneka.
  6. Terakhir jangan lupa berikan semprotan parfum pada seluruh bagian boneka.

Menyetrika Pakaian

Tips 1

Gunakan cairan pelicin pakaian agar hasil setrikaan lebih bagus, tidak kusut dan harum baunya.

Tips 2

Untuk kaos dan pakaian lain yang ada sablonan sebaiknya disetrika setelah dibalik di mana yang tersetrika adalah bagian sisi yang lainnya agar sablonan awet tidak ngelotok, rusak atau luntur terkena suhu panas.

Tips 3

Setrikalah baju anda sesuai aturan yang tertera pada label pesan perlakuan pakaian yang biasanya ada di bagian leher atau pinggang. Pelajari suhu-suhu yang perlu diset untuk setiap jenis bahan agar tidak salah setrika.

Tips 4

Menyetrika pakaian sebaiknya dilakukan ketika pakaian benar-benar kering habis dijemur di terik matahari cukup agar pakaian lebih awet tidak rapuh.

 

Menyimpan Pakaian

Tips 1

Simpanlah pakaian anda di tempat yang bersih, kering, tidak berdebu dan tertutup rapat. Bersihkan dulu dengan lap kering atau lap basah jika kotor sekali.

Tips 2

Sebelum menyimpan pakaian pada lemari pakaian sebainya anda pastikan terlebih dahulu tingkat kekeringan pakaian tersebut. PAstikan telah kering benar agar tidak menimbulkan bau tidak sedap.

Tips 3

Jangan menyimpan pakaian di tempat yang penuh sesak agar mudah diambil jika diperlukan dan tidak membuat pakaian menjadi kusut tidak rapi.

Tips 4

Cuci dengan bersih pakaian anda sebelum disimpan dan keluarkan benda-benda yang ada di dalam saku. Pakaian yang kotor atau mengandung makanan bisa mengundang serangga yang akhirnya merusak pakaian kita.

Tips 5

Baju anda bisa digantung di hanger agar baju rapi tanpa bekas lipatan. Untuk celana bisa digantung dan bisa juga dilipat untuk menghemat ruangan penyimpanan pakaian.

Tips 6

Gunakan kamper dan alat penghilang kelembabab air untuk menjaga pakaian anda tetap terjaga dalam kondisi yang prima dan baik serta menghadang serangga perusak pakaian kita.

 

Tips Tambahan
Tips 1

Untuk baju-baju khusus yang mahal atau baju kesayangan kita sebaiknya jangan sering dipakai dan jangan dibawa tidur agar tidak cepat rusak.

Tips 2

Untuk pakaian yang digunakan sehari-hari dengan bahan umum dan murah bisa anda cuci di tempat laundry kiloan. Tetapi untuk jenis pakaian khusus yang mahal dengan bahan khusus sebaiknya anda cuci di laundry khusus satuan bukan kiloan agar pakaian anda dicuci dengan cara yang sesuai.

RESIKO USAHA LAUNDRY

Apa saja Resiko Usaha Laundry? Resiko Bisnis Laundry?

RESIKO USAHA LAUNDRY YANG PERTAMA ADALAH:
TIDAK PRODUKSI

Bahwa bisnis laundry merupakan bisnis yang tidak memproduksi barang, melainkan bisnis jasa. Sehingga, tidak ada stok barang yang menumpuk. Jikalau tidak laku, maka kemungkinan terburuk adalah: tidak akan ada kerugian barang menumpuk atau expired, tidak akan ada kerugian atas model barang yang ketinggalan zaman. Tidak ada kerugian atas stok barang. Tidak memproduksi barang, sehingga minim akan kerugian.

RESIKO USAHA LAUNDRY YANG KEDUA ADALAH:
TIDAK ADA PRODUK YANG BASI

Jikalau kita berjualan makanan, produk tidak laku atau masih ada sisa yang belum laku, maka hal tersebut bernilai menjadi sebuah kerugian tersendiri dalam bisnis. Apalagi jika makanan yang tidak laku tersebut adalah banyak. Maka akan menjadi basi, atau menjadi nilai yang terbuang karena tidak dapat mendulang rupiah. Berbeda dengan bisnis laundry, yang tidak berjualan produk atau barang yang jika tidak laku maka akan basi atau rugi. Dalam bisnis laundry, jikalau tidak laku atau sepi, tidak ada masalah, tidak ada resiko rugi barang akan basi. Tinggal teknik marketing yang perlu didongkrak dan ditingkatkan agar menjadi optimal.

RESIKO USAHA LAUNDRY YANG KETIGA ADALAH:
MINIM BANGKRUT

Pada tahun 1998 saat Indonesia dialnda krisis, banyak bisnis yang oleng dan terkapar. Dan salah satu bisnis yang bertahan tetap survive serta tidak mengalami kebangkrutan adalah bisnis di bidang jasa. Bisnis di bidang jasa adalah bisnis yang melayani, tidak memproduksi. Minim resiko, dan juga: Minim Modal. Sehingga, karena minim resiko maka akan memperkecil probabilitas untuk kebangkrutan.

Berani melangkah/usaha secara sungguh sungguh dan ikhlas maka rejeki akan mengikuti saudara sebagai anugerah yang diberikan Allah.

Salam Sukses

 

 

 

 

Related Posts

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *