Produksi Emas Di Kabupaten Banjarnegara

May 25, 2014 by

Pertambangan emas pegunungan Pasar Setan di desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pegadongan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah dikerjakan oleh masyarakat sejak tahun 1998. Penambangan emas pertama kali dibuka oleh salah seorang penambang asal Tasikmalaya. Rakyat menambang emas di tepian sungai dengan metoda cebakan sekunder yaitu tambang semprot (hydraulicking) penyemprotan dinding tanah yang mengandung batuan emas dan pendulangan (panning). Pada waktu itu penambang emas di tepian sungai menjadi primadona masyarakat sekitar jumlahnya mencapai ribuan orang. Sehingga kehidupan masyarakat sekitar menjadi sejahtera. Karena masyarakat hanya menggunakan metoda penyemprotan tanah dan pendulangan emas di tepian sungai maka emas yang terambil hanya emas bagian permukaan saja. Sehingga dengan berjalannya waktu dan jumlah penambang semakin banyak sumber emas permukaan di tepian sungai telah habis maka masyarakat sekitar meninggalkan pertambangan tersebut.

Pada tahun 2011 team kita dari Jakarta mulai surve dan meneliti kembali daerah bekas pertambangan rakyat tersebut dengan area penelitian batuan di perbukitan sekitar sungai, dengan hasil penelitian dan laboratorium menyatakan bahwa batuan yang ada di perbukitan sekitar sungai mengandung emas kualitas bagus. Maret 2012 kita mulai melakukan pembelian lahan dengan Sertifikat Hak Milik yang diberi nama Diponegoro dengan luas 2,2 Ha dan dilanjutkan penambangan dengan metoda cebakan primer. Cebakan primer merupakan cebakan yang terbentuk bersamaan dengan proses pembentukan batuan. Salah satu tipe cebakan primer yang biasa dilakukan pada penambangan skala kecil adalah bijih tipe vein ( urat ), yang umumnya dilakukan dengan teknik penambangan bawah tanah terutama metode gophering / coyoting ( di Indonesia disebut lubang tikus ). Kita memilih menggunakan shaft (lubang masuk vertikal, nyumur ), karena lokasi badan bijih relatif di bawah jalan masuk utama. Kemudian penambangan pada kedalaman tertentu kita selalu melakukan analisa laboratorium. Setelah hasil analisa diketahui maka dilanjutkan dengan meratakan tanah disekitar titik sumur yang sebelumnya berupa lereng, membangun tempat untuk tidur pekerja, pemasangan jaringan listrik PLN, pemasangan alat dan instalasi produksi. Batuan yang terdapat di Diponegoro telah di Analisa laboratorium yang menghasilkan data analisa SUCOFINDO sebagai berikut

Kedalaman ( Meter ) KandunganGold ( Au ) Unit
21 14,08 ppm
17   trowong 10 meter 12,17 ppm

Penambangan emas di lahan Diponegoro sampai sekarang tanggal 2 September 2012 masih berlangsung dan menghasilkan kedalaman 17 trowong 18 meter. Sehingga pekerjaan mencapai rumah emas ( siap untuk di produksi )   diprediksikan 18  bulan dari awal pembukaan lahan.

PROSES  PRODUKSI

Proses yang kita gunakan adalah amalgamasi karena bahan baku sudah dalam bentuk butiran halus.. Proses amalgamasi yaituterhadap batuan yang ditemukan, dilakukan proses peremukan batuan atau penggerusan selanjutnya dilakukan pengglondongan dalam waktu tertentu (bahan dijadikan konsentrat ) dan ditambahkan Raksa ( Hg ) untuk mengikat logam emas, kemudian hasil glondongan di saring maka di dapat butiran yang masih lunak berwarna putih, butiran tersebut kemudian dipanaskan untuk memisahkan raksa ( Hg ) dan sampai didapat logam padat ( produk) berwarna kekuningan. Logam ( produk ) yang didapat kemudian di cek berat dan kadarnya. Kemudian rendemen limbah kita proses lagi seperti prosedur awal sampai 2 kali dan dilanjutkan pengolahan rendeman dengan cara pengikatan menggunakan carbon.

Contoh batuan yang akan di proses dan analisa laboratorium :

anigif

 

 

 

 

 

 

 

LOKASI  PERTAMBANGAN

anigif 2

 

PERALATAN   PERTAMBANGAN

1. Lubang sumur tambang / jalur tambang

 anigif 3

2. Alat pertambangan

Terdiri dari begel, palu, linggis, cangkul, karung, senter kepala, instalasi blower, instalasi jet pump, helm pengaman, instalasi listrik sumur, instalasi sekat dinding  pengaman  sumur.

3. Alat glondong

gambarku 2

4. Bak pengendap limbah

aku 1

 

 

Macam metode dalam menambang Emas =

Cara  menambang dengan menggunakan Cianid / Potasium :

  1. Mencari urat Emas di dalam lapisan batuan ( di dalam lapisan tanah dengan cara membuat lubang )
  2. Mengambil tanah yang mengandung batuan logam ( Au , Cu, Ag ) dari dalam goa kemudian di angkut menuju tempat pencucian yang dekat dengan sumber air yang melimpah.
  3. Kemudian bongkahan tanah tersebut di hancurkan / diremukkan dan di campur katalis berupa larutan Cianid
  4. Mencuci dengan air ( Air dialirkan dan di seprotkan ) yang mengalir di dalam Belt Conveyore ( Karet berjalan )  dan terjadi proses pemisahan antara logam akan mengendap dengan lumpur pengotor.
  5. Pada ujung Belt Conveyor di beri saringan Logam.
  6. Kemudian cairan lumpur di gunakan kembali ke proses pertama
  7. Proses ini di ulang terus menerus
  8. Sehingga mendapatkan serbuk dan butiran logam ( Au, Cu, Ag )
  9. Dalam produksi emas juka harus diperhatikan nilai ekonomisnya dan ramah lingkungan

 

Cara  menambang dengan menggunakan Hg ( Mercurry / Air raksa ) :

  1. Mencari urat Emas di dalam lapisan batuan ( di dalam lapisan tanah dengan cara membuat lubang )
  2. Kemudian tanah dan batuan yang mengandung urat emas tersebut di hancurkan / di haluskan
  3. Tanah yang sudah halus di masukkan kedalam bejana pencuci ( yang berupa tong kayu yang dapat berputar ) di tambah Hg ( air raksa ) serta ditambahkan air , kemudian di putar selama 24 jam.
  4. Kemudian hasil dari pencucian di tampung dalam wadah dan kemudian terjadi pemisahan antara Hg ( air raksa ) dengan Air lumpur, Hg tersebut di angkat dan di pisahkan.
  5. Hg ( air raksa ) yang mengandung logam Emas yang masih kotor tersebut di tuangkan kedalam kain penyaring dan kemudian dilipat lalu di peras sampai mendapatkan padatan yang lunak berwarna abu abu mengkilap ( warna seperti warna Hg agak gelap dikit )
  6. Kemudian padatan tersebut di taruh pada sebuah alumunium oil dan kemudian di taruh dalam cawan untuk di lakukan pembersihan kandungan Hg yang masih terikut. Atau dapat menggunakan pipa stenlistil yang salah satu ujungnya di tutup dengan kain basah, kemudian endapan logam lembek karena masih mengandung Hg dimasukkan ke dalam pipa tersebut dan mulai dilakukan pemanasan. Maka Hg akan terpisah dan didapat endapan logam yang berwarna merah kecokelatan.
  7. Kemudian logam tersebut di pijarkan kembali sampai berwarna kekuningan
  8. Padatan yang berwarna kekuningan kemudian dilakukan pengetesan dengan menggunakan air berat ( jika kadar emasnya tinggi warna akan kekuningan ).
  9. Endapan Logam ( Emas, Perak Tembaga ) kemudian dilakukan pemurnian =

 

  1. Emas

1)      Logam hasil tambang + HNO3 ( Asam Nitrit ) + air kemudian dilakukan pengadukan maka akan terjadi endapan dan larutan berubah warna menjadi biru / hijau.

2)      Kemudian disaring dengan kertas saring dan filtratnya di tampung

3)      Logam kemudian + HNO3 ( asam nitrit ) pekat kemudian dilakukan pengadukan maka akan terjadi endapan dan larutan berubah warnanya menjadi biru / hijau

4)      Kemudian disaring dengan kertas saring , ambil endapan yang berupa logam kemudian masukkan kembali ke dalam bejana dan filtrat juga ditampung

5)      Ulangi proses no. 3 – 4 sampai warna larutan menjadi bening atau putih keruh

6)      Kemudian endapan tersebut + H2SO4 ( asam sulfat )pekat sampai larutan berwarna bening dan terdapat endapan emas.

7)      Kemudian saring dan cuci dengan menggunakan air sampai bau asam nya hilang.

8)      Endapan yang didapat tersebut adalah emas dengan kadar  tinggi ( warnanya merah kecokelatan ) kemudian dilebur sampai suhu kurang lebih 800 0C sampai warna emas tersebut berubah menjadi kekuningan mengkilat ( maka emas tersebut kadarnya 24 karat)

2. Perak

1)      Filtrat hasil sisa pemurnian emas yang berwarna biru / hijau kemudian di tambahkan air garam sambil dilakukan pengadukan terus menerus sampai berubah putih

2)      Masukkan Zn ( seng ) yang telah dipotong kecil kecil kemudian diaduk  kembali sampai terbentuk endapan yang berwarna cokelat.

3)      Kemudian ditambahkan H2SO4 ( asam sulfat ) pekat  kedalam larutan tersebut kemudian diaduk kembali

4)      Penyaringan dengan menggunakan kertas saring ambil endapan warna cokelat tersebut kemudian cuci dengan menggunakan air sampai bau asamnya hilang.

5)      Endapan tersebut kemudian dilebur sehingga berubah warnanya menjadi perak (perak murni)

3. Tembaga

1)      Filtrat hasil filtrasi proses perak kemudian di masukkan Besi secukupnya kemudian di aduk sampai kelihatan ada logam yang menempel pada besi

2)      Kemudian besi di angkat dan pisahkan tembaga dengan cara di kerok. Maka logam yang menempel pada besi tersebut adalah tembaga.

 

Selama ini produksi emas di tambang tradisional maupun pabrikan tetap menggunakan Katalis berupa Cianid maupun Hg ( Air Raksa ) untuk mendapatkan emas secara optimal.

 

Membuat produksi emas yang ramah lingkungan dengan cara mendaur ulang katalis berupa Cianid ataupun Hg ( Air Raksa ) .

 

Dalam proses produksi menggunakan Hg ( air Raksa ) akan lebih berbahaya , maka kita harus benar benar memperhatikan hal tersebut dan harus dapat mendaur ulang air raksa tersebut dengan menggunakan proses reaksi dalam reaktor dan lagi harga Hg sangat mahal di banding Cianid.

 

Produksi Emas ada yang menggunakan sistem elektrolisis, proses ini dapat digunakan  jika kandungan logam di dalam tanah cukup besar sehingga dapat dilihat dengan kasat mata yang berupa  prongkalan atau butiran .  ( proses ini bisa diterapkan di pulau Kalimantan )

Proses ini kurang bisa di terapkan pada pertambangan yang kandungan logam di dalam tanah sedikit yang berupa serbuk serbuk logam. Mau tidak mau untuk mempercepat produksi  maka kita gunakan Katalis berupa Cianid ataupun Hg ( Air Raksa ).

 

Jika menggunakan Cianid maka kita lebih aman karena dapat di urai oleh alam dan dapat dinetralisir dengan air yang jumlahnya lebih banyak.

Jika menggunakan Hg ( air Raksa ) berbahaya karena tidak dapat diuraikan oleh alam dan  akan mengendap secara berkesinambungan.

 

Maka harus diadakan uji Lab  untuk mendaur ulang katalis yang berupa Cianid  ataupun Hg ( air Raksa )

 

Separation dalam memproduksi emas bisa menggunakan Katalis Elektrolisis.

 


Related Posts

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *